Selasa, 19 November 2019

WONDERFUL CLAY

WONDERFUL CLAY
Ceramic exhibition

Makara Art Center
Universitas Indonesia
ID.CERAMICS
18 - 30 November 2019






Pengantar

Seni keramik adalah salah satu seni tertua dalam peradaban manusia. Penemuan-penemuan arkeologi di berbagai tempat di dunia, Republik Czech, China, Jepang, Indonesia dan lain-lain, menunjukkan bahwa manusia setidak-tidaknya telah mulai membuat keramik sejak 25.000 tahun sebelum masehi. Berawal dari penggunaan tanah liat sebagai bahan dasar untuk membuat berbagai peralatan yang kita butuhkan untuk kegiatan sehari-hari, keramik kemudian berkembang menjadi seni, yang tidak melulu tentang fungsi praktik sebuah karya keramik, tapi juga membawa nilai-nilai peradaban, estetik, sejarah dan, tentu saja, sisi personal pembuat dan penikmat.

Pameran "Wonderful Clay" adalah pameran keramik pertama yang digelar di galeri Makara Art center, dalam rangkaian UI Lake Art Festival. Ide untuk menyelenggarakan pameran ini sebenarnya telah mencuat tahun lalu ketika saya berdiskusi dengan Lydia Poetrie, dosen seni rupa IKJ, yang juga salah satu seniman keramik senior di Indonesia. Namun rupanya perlu waktu satu tahun hingga akhirnya pameran ini terselenggara, mengingat kesibukan para seniman keramik yang dikoordinir oleh Lydia Poetrie dalam menggelar pameran karya-karya mereka di dalam dan luar negeri. Saya bersyukur pameran ini dapat terselenggara dengan melibatkan seniman-sniman keramik dari Jakarta dan daerah-daerah lain di Indonesia, dan juga dari Amerika dan Taiwan.

Agar lebih bermanfaat bagi warga Universitas Indonesia, kami juga meminta beberapa seniman keramik yang berpameran untuk mengadakan workshop keramik tingkat dasar bagi mereka yang berminat untuk mulai bergaul dan berkarya dengan tanah liat.

Kami harap pameran ini dapat menjadi awal yang baik bagi usaha untuk lebih memasyarakatkan seni keramik modern, terutama bagi warga kampus Universitas Indonesia. semoga saja di masa-masa yang akan datang, Makara Art Center dapat mengadakan pameran keramik yang lebih meriah lagi.

Terima kasih kami ucapkan kepada Lydia Poetrie dan semua seniman keramik dari dalam dan luar negeri yang berpartisipasi salam acara ini.
I. Yudhi Soenarto (Artistic director Makara Art Center)



Pameran Keramik "WONDERFUL CLAY"
 Makara Art Centre- UI, 18 November 2019
  
Seni Keramik telah ditemukan dan telah dibuat sejak zaman dahulu, nilai keramik sebenarnya sudah melewati ambang batas dari hanya sekedar bernilai fungsional menjadi obyek yang bernilai estetis.

Mengetahui hasil-hasil keramik masa lalu dirasakan perlu dan penting, terutama bagi generasi muda untuk dapat mempelajari dan mengembangkannya serta dapat menghargai hasil budaya sendiri.  Sejarah keramik masa lalu masih sangat minim diteliti, karena itu literatur keramik kuno Indonesia yang ditulispun sangat terbatas.             
Sesungguhnya kepandaian membuat benda tanah liat atau keramik di Indonesia sudah cukup tua umurnya, yaitu sejak zaman Pra-sejarah. Kemampuan membuat kerajinan ini berlangsung terus hingga memasuki zaman kerajaan Hindu dan Budha. Selanjutnya sampai zaman kerajaan Islam dan zaman Penjajahan. Dalam penggalian para arkeolog diungkap kembali hasil-hasil penemuan keramik Pra-sejarah, keramik masa kerajaan Hindu, Budha, Islam dan masa penjajahan Belanda dan Jepang serta hasil penemuan keramik asing diwilayah Indonesia.

Seni keramik di Indonesia mulai berkembang dengan kembalinya Almh Hildawati Soemantri dari studinya di Amerika setelah mendapat gelar Master of Fine Art dan menggelar pameran perdananya di TIM pada akhir 1976, ini merupakan awal berkembangnya keramik modern di Indonesia. Dedikasi beliau dalam menciptakan karya seni keramik membuatnya dikenal sebagai “Ibu Seni Keramik Modern Indonesia”.  Hildawati mempunyai ketertarikan terhadap seni keramik sejak pendidikan dasarnya di Belanda. Dedikasi dan gagasan Hildawati dalam mendobrak pakem seni keramik konvensional atau yang fungsional menjadikannya sebagai pelopor seni keramik Indonesia.

Hildawati memutuskan kembali ke Indonesia untuk mengajar dan mempelopori lahirnya pendidikan seni keramik di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ) di awal tahun 1976. Di studio keramik inilah tempat ia mengabdikan segala ilmu dan keahliannya.
Ia bercita-cita kelak bidang ini dapat melahirkan para keramikus muda, yang tak hanya terampil tapi juga diperhitungkan dalam percaturan seni rupa masa kini.

Karya keramik merupakan karya cipta yang salah satunya dapat mengisi sisi emosi bagi pembuatnya maupun bagi yang melihatnya. Disini terjadi sebuah dialog, antara si pencipta saat memulai memegang medium tanah liat, mengolah, mengeringkan sampai proses pembakaran hingga menghasilkan sebuah karya keramik. Dialog inipun akan terjadi antara benda keramik dengan para pengamatnya saat di pajang di ruang pamer, ada sebuah alur cerita yang bisa ditangkap melalui karya cipta tersebut yang masuk ke alam pikirannya.


Saat ini karya seni keramik telah berkembang mengikuti zaman, budaya, dan teknologi, sehingga bisa menjadi salah satu media untuk berekspresi dengan sentuhan humanitasnya yang tinggi.
Semakin banyaknya aktivitas pameran seni keramik modern di Indonesia juga memunculkan pemikiran dan pemahaman baru terhadap dunia seni keramik khususnya dan seni rupa umumnya.
Adanya pameran seni keramik internasional di Asia, seperti di Cina, Korea, Taiwan, menjadi kesempatan untuk seniman keramik Indonesia berkomunikasi secara intens, berkesempatan untuk kolaborasi dalam mencipta karya yang memperkaya pengetahuan mereka tentang medium keramik dan pendukungnya.
Proyek Biennale Keramik Kontemporer Indonesia, menjadi salah satu ajang memamerkan kemampuan dan berkompetisi bagi para seniman keramik Indonesia dengan seniman keramik dari mancanegara.

Berlatar belakang situasi ini, para perupa keramik senior dan yunior bergabung
bersama untuk saling menunjukkan jati dirinya dalam mencipta karya keramik di Makara Art Centre - Universitas Indonesia. Melalui ajang pameran seni keramik “Wonderful Clay” ada nilai estetis dan ekspresif dalam setiap karya keramik yang ditampilkan sebagai upaya untuk memperkenalkan seni keramik modern sebagai salah satu karya seni yang ada di Indonesia kepada masyarakat luas.
Disini para seniman keramik dari era tahun 70- 80an dan seniman muda era tahun 90- 2000an saling berinteraksi memperlihatkan kapasitas kemampuannya menggunakan medium keramik dimulai dari mengolah tanah liat, konsep berkarya, pengetahuan tentang glasir hingga menjadi sebuah karya keramik ekspresif, melalui pengalaman berkarya mereka masing- masing.

Dalam pameran ini juga kami menyertakan karya dari perupa keramik yang telah mendahului kita, yaitu Almh Hildawati Soemantri, Alm Suyatna dan Alm Keng Sien Liem, mereka ini telah menjadi Master dalam dunia keramik modern Indonesia terutama perupa muda yang berdomisili di Jakarta. Dalam karya- karya mereka kita dapat menangkap adanya kekuatan bathin yang diekspresikan melalui medium keramik.
Semoga pameran seni keramik ini dapat memberikan stimulasi bagi para perupa muda yang sedang duduk dibangku kuliah untuk menentukan masa depannya.

Selamat berpameran untuk para perupa keramik dan terima kasih kepada pihak Makara Art Centre - Universitas Indonesia untuk kesempatan yang baik ini.
  
Salam Keramik Indonesia,

Lydia Poetrie
Dosen Kriya Keramik FSR-IKJ
  
" Technique and skills must be absorbed and wrapped up and
put away to become such an integral part of yourself that they
will be revealed in your work without your thought...  "
Shoji Hamada, Japanese potter of the modern era





Sambutan oleh I. Yudhie Soenarto (Artistic Director Makara Art Center UI)

Sambutan kurator oleh Lydia Poetrie (dosen kriya keramik FDR-IKJ)

Sambutan oleh wakil rektor UI

Para seniman yang berpameran


Daftar karya

Fr. M. I. Bonny Surya



F. Widayanto




Harriadi Mardoyo




Hildawati Soemantri (Almh)

Liem Keng Sien (Alm)

Lydia Poetri

Suyatna (Alm)

Toha Masyhur


Adhy Putraka

Anggy Sherwinda Ully

Antin Sambodo

Bregas Harrimardoyo

Cara Jocelyn

Damar Bagus Permadi

Eka Purnamasari Paramitha

Geoffrey Tjakra + Ling Tjakra

Haryoadiputro Soenggono

Haryomo Nayottama

Kandura Studio

Linda Wongso

Lisa Sumardi

Lutfi Anwar

Martha Susanti

Mat Eko Wibowo + Muhammad Al-Ghifari

Muhammad Habibunnazar

Nabila Ardhani




Posko Suara Tanah

Rani Aryani Widjono

Reynold Adinegara

Ricko Gabriel

Rizki Andina Soekrisno

Rumah Seni Rupa kakZulfa (#RSRZ)


Satya Rini





Sekar Puti

Silayana Setiadharma

Tania Kardin + Junizar Fachamy

Toufiq Panji Wisesa

Tri Wahyuni Hidayati

Vicki Finkel - USA





Wati Karmojono

Weichien Huang - Taiwan

Yetty Viyin Tamsil

Yohana + Ivan Reyhan


Yugie Kartaatmaja





Senin, 18 November 2019

Lomba Coding Game OTN2019



Pada ajang Olimpiade TIK Nasional 2019 ini kami dari kelas Coding is fun #rumahsenirupakakzulfa mengirimkan 6 siswanya untuk mengikuti lomba coding game menggunakan Scratch 2. Dan memasuki babak final tadi pagi siswa kami lolos 3 orang (2 siswa kategori SD fan 1 siswa kategori SMP).

Dibabak final ini semua peserta diwajibkan mempresentasikan karya gamenya di hadapan juri (ibu peri disebutnya) dan para hadirin semua di atas panggung utama.

Sebuah pengalaman pertama kali anak-anak harus bisa menyampaikan gagasan dan idenya di depan khalayak ramai. Tidak mudah memang, tapi sebuah proses yang penting bagi siswa kami untuk menjalaninya sebagai bagian dari keterampilan yang harus dikuasainya oleh siswa semua.














Ide boleh bagus, coding bisa saja sangat hebat, tapi semua akan menjadi tak menarik jika presentasinya buruk di depan umum. Sebuah pelajaran berharga bagi kami di Coding is fun.

Semoga menjadi masukan berharga buat kita semua. Insya Allah besok pengumuna hasil babak final tersebut. Semoga Allah memberikan yanag terbaik buat siswa Coding is fun








SemangART berkarya!
Terima kasih ya Allah . . . .

Label